Rabu, 25 November 2015

Nunggu hidayah ...

Semuanya berlalu begitu cepat. Tanpa ada yang mengingatkan untuk berbenah diri. Hal yang sama terus terulang dan kadang kurang ku mengerti kenapa harus terjadi. Terkadang sedih tidak menjadikan wajahku menjadi murung. Bahagia yang ada hanyalah kebohongan yang orang biasa sebut sebagai kebohongan publik. Akankah ini akan terus berlanjut? Atau Memang ada yang di sebut sebagai teman yang ada dalam hidupmu? Dan jadikah ini suatu kenyataan terhadap apa yang kau impikan selama ini ? Entah itu baik atau buruk



Malam hari ini seperti biasanya, beraromakan hujan yang telah kering dan di temani oleh musik malam dalam balutan radio streaming. Radio yang terlalu lama dia putar musiknya, membuat alat ketiknya menjadi cukup panas dalam menuruti keinginannya yang tidak ingin sebuah kesendirian yang mengalir di malam harinya. Sembari rebahan di atas kasur sederhananya mencoba untuk mencari motifasi yang dia dapatkan ketika sebelum datang ke tempatnya berdiam diri. Suasana kamar yang begitu banyak diwarnai oleh warna-warna cerah, seakan tidak membuat hatinya juga ceria. Hanya beberapa yang ia pikirkan sampai tidak akan beranjak dari tempat tidurnya. Bagaimana membuat dirinya berubah dan dapat mewujudkan mimpinya yang dirasa terlalu sempurna. Akan tetapi tetap kepercayaannya pada mimpinya terus dia pegang. Walaupun kadang banyak masalah yang dihadapinya dan masih belum bisa dia dewasakan untuk di biasakan.

Banyak yang terjadi waktu itu. Waktu yang dia pikir bisa dia ubah karena ke egoisan yang terlampau membunuhnya. Kewajiban kepada penciptanya dan beberapa kewajiban yang sebenarnya dia telah menceritakannya kepada orang lain untuk dapat di realisasi kan. Sumpah serapah seakan sangat mudah untuk di ucapkan ketika kita mencoba meyakinkan orang lain bahwa kita di atasnya. Masih seputar ke egoisan, bahkan kepuasan orang lain yang sebenarnya harus dijadikan pelajaran hidup, hanya dibuat sebagai alat untuk mencapai sebuah tujuan komersial dalam hidupnya. Kadang kesombongan yang dia tunjukan, sebenaranya bukan suatu hal yang membuat dirinya menjadi percaya diri, akan tetapi sebuah kesombongan besar yang nyata dan masih belum bisa terpecahkan sampai dalam hatinya pun masih berusaha untuk lebih besar dari pada orang lain. Apakah ini sebuah pertanda kehancuran masa depan ? Ataukah memang perlu adanya perubahan yang nyata dalam perjalanan hidupnya ? Hanya dia yang sanggup menjawabnya.

Bukan ingin menjauh, akan tetapi kepercayaannya pada seorang teman menjadi tameng yang kuat dalam kisah hidupnya. Meski apa yang ia sebut sebagai kataterkenalselalu ia dengar walau hanya kebohongan, tetap ia pikir itu adalah sebuah pujian. Akan tetapi masih tetap ia belum bisa percaya sepenuhnya kepada siapapun meskipun itu pada orang tua yang telah diberi kesempatan untuk tumbuh dengan mereka. Berat rasanya menaruh rasa ikhlas dalam menjalani harinya dengan orang-orang yang ada di sekitarnya. Rasa kurang percaya diri, bullying  dari teman-temannya dulu, ingin selalu jadi yang terdepan, dan merasa paling bisa adalah sifat-sifat yang masih terpendam. Meski banyak mengenal dan dikenal orang-orang disekitarnya, ia cukup sombong untuk mengakui sebuah pertemanan yang akan dan telah terjalin. Rasa kekeluargaan yang biasanya orang bangga-banggakan kadang hanya menjadi sebuah misteri jiwa yang belum sempat muncul dalam permukaan hatinya.




Tulisan ini bukan yang pertama kali terbuat dan terpublish di media yang belum tentu orang ingin membaca, akan tetapi tulisan ini menjadi sebuah awal. Dimana seorang penulis digital ini masih mau menorehkan waktu dan hasratnya untuk menulis sebuah pikiran dalam jiwa setelah begitu lamanya dia memutuskan untuk tidak lagi menulis. Bahasa dan tutur kata yang telah ditulisnya kini hanya menjadi sebuah kebangkitan diri yang dia buat, mindset  yang dia coba untuk menanamnya dalam hati dan pikirannya dan membuat sebuah harapan yang bisa nantinya dia jadikan bukti kesuksesanya dalam mengarungi kejamnya kehidupan ini. Hidupnya hanyalah sebuah cerita yang nantinya berjalan sesuai tangan ini berjalan memberikan sebuah gambaran dongeng dalam hidupnya. Bisa dikatakan, meskipun ini adalah awal yang bukan awal akan tetapi katamencobamasih dia tanamkan agar selalu menjadi yang lebih baik untuk tujuan berguna bagi orang lain.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar